Jumat, 11 April 2014

By My Side

Ku hitung detik waktu,
memikirkanmu tiada habisnya
Kau di detak jantungku,
di setiap nafasku tiada gantinya
Kau segalanya yang bermakna.

I just wanna hold you,
i just wanna kiss you
I just wanna love all my live
I normally wouldn't say this,
but i just can't contain it
I want you here forever right here by my side..

All the fears you feel inside and all the tears you've cried
They are ending right here
I'll heal you hardened soul,
I'll keep you oh so close
Don't worry i'll never let you go
You are all i need,
you are everything

Siapa yang kan meyangka aku tergila-gila
Dengarlah sekali lagi i love you
Tiada yang lain lagi hatiku telah terkunci cuma kamu..

I want you here forever right here by my side..

Jumat, 04 April 2014

Tolong Mengerti

Kenapa kamu itu harus ngedegin plus nyebelin sih?
Nggak bisa atau nggak mau ngerti sih tentang perasaan ku?
Aku loh seken sayang ma kamu, tapi kamu ne care nak nggak peduli.
Men mule sing nu sayang tolong ngorahang, biar aku bisa belajar untuk berhenti berharap.
Walaupun kamu tuh nyebelin plus ngedegin, selalu nyakitin hati aku dan aku selalu cuek didepanmu saat ada masalah tapi disini saat kamu jauh saat kamu nggak disisiku,
aku merasa hilang
Aku kangen kamu
Aku rindu
Aku sebet
Aku tersiksa
Aku menderita
Aku fragile
Dan aku merasa sepi ditengah keramaian.

Maav aku ngaku salah, tak seharusnya aku memaksa kehendakku.
Dan tak seharusnya aku marah ma kamu.
Aku tak bisa bila tanpa kamu.
Tak ada semangat.
Ingin pergi jauh tapi tak tahu mesti kemana, jika terus seperti ini.
Maavin ya?_?

Sabtu, 29 Maret 2014

Tercipta saat jauh dan kangen kamu

K A M U  <3
sekar hatiku

Saat kamu ngambul
Dunia seakan runtuh

Saat kamu tersenyum
Semua bunga ditanah pertiwi ini ikut bermekaran

Saat kamu dalam dekapan pelukan ku
Rasanya tak ingin ku lepas dan ingin ku hentikan waktu ini sejenak

Saat aku mencurigaimu
Bukan berarti aku tak percaya tapi karena aku cemburu, terlalu besar rasa ini ingin bersamamu dan terlalu takut untuk kehilanganmu

Dan saat aku mengusili mu
Bukan aku benci atau tak sayang kamu tapi karena aku menginginkan perhatian lebih dari mu

Saat aku memaksamu disini
Bukan karena aku egois atau arogan tapi karena aku tak sanggup sedetik pun tanpa kehadiran mu

Itulah kamu
kamu yang ada dihati
Dihati ini tersembunyi jauh
Jauh dilubuk hati terdalam
Dalam hati ini hanya kamu
Kamu yang indahnya sangat berbeda
Yang sangat ingin ku miliki

LOVE  YOU. . .

Kamis, 27 Maret 2014

MALAM

Lirik Lagu Malam - Kis Band

Masih ada bayanganmu
Di setiap diamku
Selalu ada senyumanmu
Yang selalu menggangguku
Rasa tak percaya kini dia
tak ada
Sudah tak lagi bersamaku
Merangkaikan ceritamu
Di setiap hembusan nafasku
Mimpi indah telah berlalu
Seiringku merindukanmu
Coba tuk sadari kini dia
telah pergi
Ku tetap disini menunggu
pagi

Reff:
Malam tetaplah malam
Temani aku disini tanpa dia
malam ini
Malam lampu kota malam
Temani aku karena esok dia
tak lagi milikku
Malam jangan berganti
Aku takut sendiri

Rabu, 26 Maret 2014

Cerpen - JPDA (part II)

JAUH PANGGANG DARI API

(part II)




Sebenernya aku bingung harus ku lanjut kan dari mana kisah yang rumit ini. Semua rasa bercampur aduk (kayak rujak gtu lah)
Ada manis, pahit, masam, asin, pedas, dan rasa-rasa yang aneh lainnya.
Dimana kisah dua orang manusia yang sedang fall in love tapi telah memiliki keterikatan masing-masing.
Yang sedari awal bertemu Tuhan tak memberi kesempatan untuk bersama. Dan baru sekarang Tuhan memberi kesempatan itu, saat semuanya telah tak memungkinkan.
Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.
Memang terkadang apa yang kita inginkan tak harus kita dapatkan.
Tuhan telah mengatur semuanya, dan pasti Beliau punya alasan tersendiri kenapa baru sekarang kami dipertemukan dengan keadaan yang seperti ini.
Okelah mulai saja aku lanjutkan cerita pedih ini.

***

Beberapa hari kedekatan kami, aku mulai seperti ragu dengan rasa yang dia beri. Aku takut rasa sayang ku ini dipermainkan olehnya.
Karena baru ku sadari ternyata bukan hanya aku yang menaruh hati padanya. Dan mungkin banyak lelaki yang jatuh hati saat berjumpa dengannya.
Aku gak tau juga sih apakah ini cuma perasaan ku saja, yang terlalu takut.
Terlalu takut diri ini kehilangan dirinya.
03:24pm
Rabu, 29 januari aku luangkan waktu untuk sms dia yang sedang sok sibuk ngandle customer.

"is. . ." sms pembukaan ku untuk jaga-jaga kalau hp nya gak ketinggal lagi dirumahnya.
Kan gak lucu kalau aku smsan mesra-mesra sama suaminya. (he_he)

"iya kenapa joe?" balasnya disela-sela kesibukannya.
"gak kenapa-kenapa cuma mau nanya aja boleh gak?" tanyaku lewat sms
" iya mau nanya apa joe?" balasnya beberapa menit kemudian.
" sebenernya kamu nganggep aku ini siapa kamu sih is?" tanyaku lewat sms to the point tanpa banyak basa-basi lagi.
Lama ku tunggu balasannya, mungkin karena lagi numpuk customernya.
Dan akhirnya hp ku pun berbunyi tanda sms masuk.
Aku sangat terpukul saat membaca balasannya, tak seperti yg kuharapkan.
"kita kan cuma temen kantor aja kan? He:).
Kalau diseriusin juga ga mungkin kan?
Lagian kita ini udah ga single lagi."
kurang lebih begitulah isinya.
Jujur saat itu aku merasa perasaan yang selama ini ku beri hanya dijadikan mainan saja baginya. Tapi kalau dipikir-pikir ada benernya juga sih kata-katanya.
Tapi yang membuat ku makin gedeg, besoknya aku liat lagi foto Ais dipeluk mesra sama cowok fatner kerjanya.
Dan itu ku liat langsung di BBM.
Ah lengkap sudah, aku memang ga berarti dimatanya.
Kenapa sih dia setega itu ma aku?
Kenapa harus memberi harapan palsu yang amat mengikis hati.
Aku benci diriku, sangat benci kenapa aku sebodoh ini bisa dengan mudah dipermainkan olehnya.
Mungkin hanya sampai disini saja cerita ku dengannya. Dan berakhir pait tanpa kejelasan dan kepastian.
Okelah mulai detik ini aku kan mulai melupakannya. Belajar mengihklaskan dia, yang mungkin dia memang bukan untukku. Mesti aku tahu tak kan mudah dan akan sangat menyiksa untuk menanggalkan semua tentang dirinya dari kehidupan ku.
***
Esok harinya aku bener-bener marah, rasa cemburu buta ini membuat ku benci. Membenci semua yang berbau dengan Ais.
Tapi walaupun begitu sejujurnya dalam hati ini sangat berharap dia menjelaskan semuanya tanpa harus ku bertanya lagi.
Meski ku sadar sebenarnya banyak kata yang tidak dapat terungkap langsung diantara aku dan Ais. Sebab waktu kebersamaan kami tak cukup banyak untuk bicara dari heart to heart.
Sampai akhirnya siang menjelang sore itu,
"Joe kamu kenapa? Ais ada salah ya?
Ais jadi ga konsen kerjanya nih" tanyanya padaku.
Aku yang sedang berusaha sibuk dengan pekerjaan ku mencoba melupakannya karena tak mau teringat dia terus menerus, aku mendadak kaget dan mulai tersenyum senang mendengarnya.
"ah ga apa-apa, cuma lagi males aja sama kamu" jawabku cuek
"siapa suruh foto-foto terus pakek pelukan lagi, kamu kan tahu aku sayang sama kamu.
Besar keinginan dan harapan ku tuk memilikimu, seharusnya kamu bisa ngerti perasaan ku. Kalau memang kamu ga sayang aku ga kayak gini juga caranya. . .
Sakit is. . . Sakit banget ku liatnya. . ."
"nggak Joe, aku ga da hubungan apa-apa sama dia, aku ga nyadar, ga tahu dan ga ngerasa dipeluk kok ma dia.
Dia tuh dah ku anggap sebagai kakak ku aja kok ga lebih. Udah ya jangan marah lagi Joe, maafin Ais ya... pleasee. . ." jelasnya padaku.
Huft,,,, kutarik napas dalam-dalam.
Sungguh senang ku mendengar penjelasannya itu, tapi otak ku masih kacau bingung. Kemarin dia bilang cuma nganggep aku temen kerja nya saja, tapi kenapa kalau cuma temen kerja dia sampai segitunya ngejelasinnya ke aku?.
Seakan-akan dia takut kehilanganku.
"aku binggung is, bingung sebenarnya gimana sih perasaan kamu ke aku?" tanya ku penasaran. (pake be ge te)
"jujur Joe, sebenernya perasaan aku ke kamu tuh beda.
Nggak sama seperti perasaan aku ke temen-temen yang lain".
Jawabnya sambil tersenyum manis malu.
Jawaban yang singkat dan padat tapi ku mengerti akan maksudnya.
Rasa senang yang kurasakan kini tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata.
Dunia seakan berhenti berputar mendengar jawaban Ais. Dan sangat terasa otak ku sesaat seperti tidak sinkron dengan anggota tubuh ku. Seluruh aliran darah ku seakan berhenti mengalir melupakan tugasnya,
Hingga jantung ku Juga lupa berdetak saat itu.
"joooooeeeee. . . . Jangan bilang kamu lagi mikir jorok ampek bengong gtu!!" teriakan Ais tiba-tiba mengembalikan jiwaku. Dan menyadarkan ku kembali pada kenyataan yang salah ini.
" hah?!?  Ga kok is, aku ga seperti itu kok , Sumpah deh ga pernah terbesit dalam otakku seperti itu. Aku tulus sayang ma kamu bukan karena nafsu sex ataupun materi." kata ku meyakinkannya.
"hehehe. . . Ya ya aku percaya kok ma kamu Joe, , ," imbuhnya lagi.
"makasi ya is, makasi atas semuanya aku seneng banget, dan aku ga kan pernah lupa hari ini." kata ku sambil menghusap-usap poni nya.
Kemudian ku kecup lembut keningnya.
***
Kemudian selanjutnya aku dan Ais hidup bahagia selama-lamanya.
Hahahaaaaa. . . . (Bullshit!!)
Kata-kata itu cuma ada di negeri dongeng saja.
Dan ini bukanlah cerita dongeng untuk mengantar bobok anak-anak balita.
(tapi bisa jadi sih, kan mereka belum ngerti) hehe:P
Aku sadar didepan masih banyak masalah yang sudah ngantre menanti.
Dan aku sudah siap, apapun itu. Karena dari awal aku mulai ini semua aku sudah memprediksi resiko-resiko yang mungkin terjadi.
Mungkin tak perlu ku jabarkan satu per satu resiko yang telah kuprediksi, kenapa? Karena aku takut itu jadi kenyataan kalau ku katakan disini.
(dulu sempet belajar ama mas Deddy Colbuzer) wkwkwkwkwkwkk. . . .
Kedekatan aku dan Ais semakin hari semakin dekat. Dimana ada Joe disana ada Ais dan dimana ada Ais disitu juga pasti ada Joe.
Seperti sandal jepit lah selalu bersama tapi tak bisa bersatu (semoga nanti Tuhan mengijinkan) :P
Berjalan beriringan dan searah.
Diam berdampingan serasi saat tak digunakan.
Saat yang satu nya hilang, yang satunya tak berarti.
Seperti itulah kira-kira ungkapan yang pantas dan terinfirasi begitu saja @my office tercinta maximal.
And than suatu hari hujan mulai turun, disaat kami hendak pulang. Sambil nunggu hujan reda aku berniat mengajak Ais ke minimarket terdekat, kurang lebih 30meteran lah dari kantor ini.
Susah payah ku rayu dia agar dia mau menemaniku, dan setelah dia mengangguk kan kepala tanda setuju. Eeh. . . dewa hujan malah makin deres nangisnya. Pake angin kenceng lagi.
Dan parahnya aku baru sadar ternyata dikantor ini gak ada yang namanya payung. Huh, , ,  sial, sial, sial kata ku dalam hati.
Kira-kira satu jam telah berlalu
Dewa hujan mulai mengerti dan hujan deras di ganti-Nya dengan hujan gerimis.
"ayo is jadikan nie? Nanti keburu malam." ajak ku setelah hujan mulai reda.
'iya tunggu Ais ngambil dompet dulu"
Sahut nya tanda menerima ajakanku.
Kami pun berjalan berdua menuju minimarket yang tak begitu jauh.
Jalan yang becek ditambah ujan rintik-rintik membuat perjalan singkat kami jadi terasa romantic.
Ku ulurkan tanganku saat melewati genangan air, dan dia pun menyambut dan menggenggam tangan ku.
Begitu hangat terasa di hawa yang cukup dingin ini.
Dan ku pererat genggaman tanganku.
Tak ingin rasanya kulepas genggaman ini. Hanya sekejap tapi terasa sangat berkesan.
Because waktu tidak bisa diajak kompromi, mau diapain aja dia tetap tak peduli terus aja berjalan tak pernah istirahat.
(gak capek-capek apa dia nah!!)
***
Inilah awal semula siksaan sadis yang kurasakan. Bagaimana tidak, saat tak ada dia disisiku saat dirumah, saat kantor libur, dan saat dia jauh disana dengan miliknya. Adalah suatu rasa dimana amat sangat menyiksa sehingga tak dapat diterjemahkan dengan kata-kata.
Kalian mungkin tak kan tahu dan tak akan bisa mengerti about this feel jika tidak kalian sendiri yang merasakannya.
Saat aku kangen dia, aku bisa apa?
(bengong melongo kayak sapi ompong)
Saat aku rindu dia, aku?_?
Hanya bisa senyum-senyum sendiri ga jelas, mengingat semua tentangnya.
Tertawa kecil sama tembok saat terbayang canda tawanya.
Ini lah aku yang telah terkontaminasi virus wrong love yang menyebabkan ku sakit jiwa.
***
Sering beberapa kali saat menonton tv di kamar bersama Dwi, aku mendadak senyum-senyum dan tertawa sendiri.
padahal film nya itu lagi adegan sedih nangis-nangis. (gila stadium 4)
Dan yang paling parah menurutku, saat malam itu aku dan Dwi sedang "bercinta". Sedang asik-asiknya, tanpa ku inginkan dan tanpa ku sadari tiba-tiba saja bayang-bayang Ais kembali muncul dalam benak ku.
Gairah ku mendadak hilang. Dan tak dapat ku mengerti dalam hati ini ada rasa bersalah telah menghianati Ais. (aneh kan? But this the real feels)
Saat itu aku mulai sadar rasa sayang ku pada Ais telah melebihi rasa sayang ku pada Dwi.
***
Hati kecil ini selalu menangis dikala Ais tak disampingku. Dan rasanya lebih nyesek banget ketimbang nangis pakek mata.
Sumpah seumur hidup inilah siksaan terkejam sadis dalam kisah cintaku.
Aku mengerti sekarang kenapa banyak orang yang bunuh diri cuma karna cinta.
Dan jujur pernah terbesit di otak ku untuk suicide away.
Saat aku kangen rindu dia tapi ga ada yang mampu kulakukan.
Rasa ini benar-benar seakan ingin membunuh ku.
***
Hari ini Sunday, dikalender ku warnanya merah ( ga tau dikalender kalian. Sama gak warnanya?)
Yang berarti hari ini kantor tutup
Berarti para karyawannya off
Dan paling benci diriku sebab ini berarti hari ini aku gak bisa bertemu dengan Ais sang my Queen Man_to_the_Nja but tetep Man_to_the_Nis juga sih yang beristana megah didalam kerajaan hatiku.
Seharian dari pagi aku bersama my little boy jalan-jalan berdua deket rumah.
Sedangkan mama nya sibuk didapur.
Setelah merasa lelah dan si kecil dah bobok aling dikamar, ku mulai terasa rapuh lagi oleh karena terbayang - bayangannya.
Kurebah kan raga ini, kupejam kan mataku sejenak.
Dan dengan otomatis otakku mengingat semua tentangnya.
Mengingat yang telah terlewati antara aku dan Ais.
Sungguh gelisah dan tak tenang, terasa ada yang kurang saat tak melihat langsung senyumnya yang menggoda hati.
Terkadang aku sering memaksanya tuk lebih lama bersama ku dikantor.
Tak terburu-buru pulang saat aku dan dia tak satu shift yang sama.
Karena tak mampu diriku, tuk sedetik pun tanpa hadirnya disisiku.
***
Sejauh ini hubungan ku dengan Ais masih aman-aman saja, juga berkat semua temen-temen kantor ku yang pengertian dan baik hati, tak sombong dan rajin menabung. . . Hahahaa;D
Sudah jadi rahasia umum dikantor tentang kedekatan ku dan Ais.
Pernah sering aku di kasi nasehat dan petuah yang membuat ku ingin muntah mendengarnya.
"Joe cukup satu saja ga bisa ya? Kan kalian juga dah punya keluarga masing-masing" kata salah satu teman fatner kantorku.
"sebenarnya aku juga tak ingin seperti ini. Kamu gak tahu rasa nya menjadi aku. Ini bukan masalah pilihan, tapi masalah hati andai aja kita bisa tukaran posisi kamu akan mengerti dan tahu betapa sangat bahagia sekaligus tersiksanya aku sekarang.
Yang jelas aku merasa sempurna bersamanya.
Dia itu semangat baru dalam hidupku, dia yang membuat aku memiliki tujuan hidup. Memberi warna terang dalam setiap senyum dan rasa yang dia beri.
Dan mengajarkan aku arti dari suatu perjuangan walaupun ku tahu itu sia-sia.
Tapi aku percaya selama Tuhan masih bersamaku dan dia memang tercipta untukku tak ada kata imposible kalau suatu saat nanti dia akan jadi milikku dan hanya miliku seorang. Dan aku percaya itu. Meski sekarang dia masih bersama nya disana."
Jelasku.
Teman ku hanya manggut-manggut. Ga tau manggut-manggut ngerti atau pura-pura ngerti.
***
Terkadang aku berfikir apakah dia juga merasakan apa yang kurasa?
Kalau dia memang mencintaiku maka dia juga akan tersiksa saat jauh dariku.
Aku ga tahu, aku tak sanggup menanyakannya.
Mulut ini selalu terasa beku, bibir ini mendadak kram dan lidah ku terasa bertulang saat ngomong serius dengan Ais.
Sampai suatu hari jam istirahat siang,
"Joe. . ." sapa nya lembut
"yupz kenapa Is?" sahutku
"aku tersiksa" jawab nya singkat
"maksudnya tersiksa gimana?" tanyaku penasaran
"iya aku tersiksa dengan rasa ini. Saat jauh dari kamu, saat kangen kamu.
Rasanya pengen nangis tapi ga bisa. Ga ngerti dah pokoknya". Tandasnya.
Dalam hati aku sangat bahagia sekaligus sedih mendengarnya.
Aku bahagia sebab dia juga merasakan apa yg aku rasa. Berarti rasa dia bukan sekedar rasa sesaat berbalut kepalsuan.
Dan aku sedih karena aku tahu dan mengerti akan rasa sakit siksaan cinta ini.
Tak seharus nya dia tersiksa sepertiku.
Aku memang bodoh mengajak wanita yang kucintai ikut tersiksa.
Sempat terpikir oleh ku untuk menyudahi siksaan cinta ini.
Akan tetapi setelah sempat kucoba, sungguh lebih menyiksa dan menyakitkan dari sebelumnya.
Aku takut dari sakit jiwa berakhir jadi korban jiwa.
Ku jalani sajalah bagaimana alurnya, mengikuti arus.
Sangat bahagia kurasakan saat kedekatan aku dan Ais semakin hari semakin mesra.
Apalagi dia sekarang jadi semakin rajin. Seperti nyapu, ngepel dan lain sebagainya dikantor. Yang semua itu membuat ku semakin terjerumus dalam curam jurang cintanya.
***
Cuma dia yang mampu merubah sifat ku, aku saja sampai ga ngerti kenapa dia bisa sedangkan Dwi harus jungkir balik tujuh kali merubah sifat sifat buruk ku.
Aku dari dulu terlahir bukan sebagai cowok yang menganut aliran romantisme. Tapi tanggal 14 februari tahun ini untuk pertama kalinya dalam sejarah aku ngasi hadiah valentine untuk seorang cewek. Dan cewek itu Ais. Sebenernya aku bingung mau ngasi apa, ngasi cincin dan kalung aku ngerasa belum pantes aku memberikan itu.
Ngasi boneka  pastilah suaminya Ais akan curiga
ngasi baju atau pakaian istriku yang pasti curiga.
Ngasi coklat, ah manis nya cuma sesaat paling besok dah jadi e'ek terus dipajang diclosed dech, males ah.
Kan ga lucu saat Ais kangen aku, terus ngorek-ngorek closed  sambil bilang "aku kangen kamu Joe".
(hahhahaaaaaa. . . :D
Sehari sebelum hari "pink" itu aku sempatkan singgah ke toko aksesoris.
melihat-liat sesuatu yang lucu dan simpel.
Akhirnya ku temukan sesuatu yang kecil berwarna pink  l u c u.
Simpel dan bisa dibawa kemana-mana.
Setelah ku bungkus rapi, ku berikan si Pink kepada Ais tepat pada hari pink.
Tanpa ada orang lain yang tahu.
Sembari ku berpesan
" look the means not price, jadikan dia sebagai penggantiku disaat aku tak ada disisimu. Karna cuma dia yang bisa menemani mu dan menjaga mu saat aku jauh darimu.
Dan agar kamu selalu ingat kalau aku menyayangimu".
***
Seperti episode sebelumnya loker adalah tempat favorite ku sekaligus teraman untuk saksi kemesraan ku dan Ais dibanding tempat lain dikantor.
Mulai dari becandaan tawa-tiwi, sampai kecupan-kecupan manis antara aku dan Ais.
Bagaikan semut jika bertemu, (?_?)
Apalagi saat tak ada orang yang melihat. Ingin rasanya aku menghentikan waktu saat itu. Waktu terlalu cepat terasa saat ku bersamanya. Andai Doraemon itu nyata dan ada disini pasti kisah ini ga kan seruwet ini. HahHaa:D
(Effek nonton Doraemon)
Tak jarang kami juga sering bersama istirahat makan diluar sekarang. Ada saja alasan yang kubuat agar bisa keluar berdua dengannya.
Satu hal yang pasti yang juga membuatku senang, terkadang dia juga sama gilanya dengan ku.
Mendadak tersenyum dan tertawa sendiri saat tak ada hal yang l u c u.
Terkadang malam hari susah tidur karena rasa kangen.
Dan Ais terlalu munafik untuk mengakui itu langsung kepadaku.
Xiixixiii. .   . :P
***
Semakin hari semakin ingin ku memilikinya sepenuhnya, ingin ku merebutnya dari suaminya.
Jujur aku capek disembunyikan, selalu di nomber duakan setelah suaminya.
Sebenernya aku mau tunjukan pada dunia dan berteriaakk
"INI LOH WANITA YANG AKU SAYANG!!! DIA HANYA MILIKKU SEORANG!!!"
Setan diotak kiri ku selalu berbisik:
"udah bunuh aja tu suaminya atau kalau ga kamu hamili dia dan ungkapkan semua rahasia kalian dan selesai sudah masalah mu".
Malaikat diotak kanan ku menimpali:
"itu bukan cara yg baik, suatu hubungan yang berawal dari keburukan tak akan bertahan lama dan tak akan bahagia".
Malaikat diotak kananku memang benar, aku dilahirkan bukan untuk sebagai lelaki yang jahat. Aku menyayanginya dan memang ingin memilikinya tapi aku tak kan melakukan hal buruk untuk mendapatkannya aku janji.
***
Memang saat melihat dia dan dirinya membuat hatiku sedih. Apalagi saat Ais dianter kerja oleh suaminya. Aku seperti kapal laut yang kehilangan nahkoda nya.
Bingung terombang-ambing ditengah laut tak tahu harus bagaimana.
Sekarang aku hanya ingin bersamanya, bersamanya aku merasa nyaman dan tenang. Walaupun terkadang terasa perih menyakitkan. Tapi ku tak peduli, meski suatu hari nanti aku sadar pasti kan ku sesali perbuatan  ketidak pedulian ku ini.
Dan sebelum ku sesali semua ini,
ku ingin mengabiskan sisa nafasku disisinya. Menjalani indahnya cinta dunia bersama sampai nanti aku lupa, lupa cara untuk bernafas.
Seperti pepatah yang ku dengar diradio, seperti kencing didalam kolam renang. Tak terlihat tapi terasa hangatnya.
Begitulah kira-kira yang kurasa saat ini bersamanya.
***
Ada satu lagi pepatah orang bijak yang membuat ku bingung belakangan ini.
"Cinta itu perlu Pengorbanan"
Sumpah!! pepatah orang bijak tersebut membuat ku strees pake bingit neh biar gahol dikit. He:)
Dan yang jadi pertanyaan dalam benakku adalah,
Pengorbanan apakah itu?
Apa yang harus dikorbankan?_?
Haruskah aku mengorbankan Dwi istri ku demi Ais???
Atau aku harus mengorbankan anak ku yang terpaksa melihat papa dan mama nya pisah?
Dan melihat papanya pulang membawa oleh-oleh mama baru untuknya?_?
Jika aku berani dan siap, apakah Ais juga sudah siap dengan pengorbanan yang sama???
Karena posisi kami sama persis tak ada bedanya.
Pertanyaan itu sementara ini masih jadi PR buatku, dan belum bisa ku putuskan jawabannya.
Apapun keputusannya minumnya tetep teh botol kotak. Hahahaaaa. . . .
Yang jelas kupercaya semua akan indah pada waktunya.
***
Sampai detik ini aku masih belum tahu bagaimana kah kisah ini akan berakhir.
Aku tetap yakin dan percaya Tuhan telah mengatur semuanya dengan cara-Nya yang indah.
Aku hanya bisa berharap dan berdoa saat aku melanjutkan kisah berikutnya (next part) Ais ada disisiku menemaniku di tempat ini duduk berdua menulis cerita cinta bersama. The story of love tentang aku, tentang dia dan semua tentang kita.
Saling berbagi rasa, berbagi kisah dan berbagi cinta.
Dan meng-abadi-kan kisah ini disini.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas waktunya. Karena telah rela meluangkan waktu anda untuk membaca tulisan saya ini.
Semoga anda dapat mengambil hikmah yang positif dari tulisan saya ini.
Sekali lagi terima kasih banyak.
Salam sibodoh.,
                       To be continue. . .

Senin, 20 Januari 2014

Cerpen - JPDA (part l)

JAUH PANGGANG DARI API

Kali ini saya ingin mencoba menulis sebuah cerpen kisah nyata yang belum terjadi. (Hahahaaaa an3h)
Dan ini bukan cerita tentang sex atau cerita porno atau sejenisnya.
Cerita ini tentang cinta (story about love) cinta yang ruwet, cinta terlarang, cinta yang tak berhak saling memiliki atau cinta yang salah.
Kalian pasti setuju kalau Cinta itu kadang meruwetkan otak. Tidak ada yang tahu kapan rasa cinta itu akan hadir dan kapan kan pergi. Setiap mahluk mempunyai kisah cintanya masing-masing yang pasti juga ruwet.
Oke langsung saja tanpa bicara panjang lebar lagi saya mulai ke-T K P.

***

Namaku Joe Saputra(bukan nama sebenarnya). Atau sering dipanggil Joe.
Semua berawal dari hari yang cerah untuk jiwa yang sepi. Aku bekerja di salah satu perusahaan terkenal yang bergerak pada bidang jasa di Indonesia.
Yang bercabang di kota SR. Dan selain dikota tersebut ada banyak cabang2 lain juga berserakan dipulau mungil ini. Jabatan ku lumayan sebagai administrator disana, (dari pada lumanyun hehehe:-).

Siang itu aku bekerja seperti biasa dikantor. Awal saat tak terduga pun datang ketika dia kebelakang untuk mengambil sesuatu. Melewati diri ku yang sedang terdiam kaku terpesona yang karena tak sengaja melihat penampakan yang begitu mempesona dengan celana panjang skiny hitam dan polosport Pink slimfit yang dikenakannya.  kuakui hatiku dalam sekejap telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada nya.
Senyumnya yang sungguh menggoda hati hingga menusuk ubun-ubun dikepala ditambah wajah nya yang imut, manis, putih bersih bagai bidadari dari surga loka, telah membuat ku serasa terhipnotis olehnya.
"hai pak Mur?" Sapanya lembut sambil tersenyum manis kepada koordinator ku yang bernama murjadi yang sedang duduk di depan ku.

Kalian tahu kenapa dia tidak menyapa ku? Ya karena aku dan dia belum saling kenal. Dan Ini adalah pertemuan pertama kami. Karena dia karyawati di cabang kota TN.
Orang bilang tak kenal maka tak sayang, tapi kok aku belum kenal udah sayang ma dia ya?

"loh kamu kok disini? " tanya pak mur.
" iya pak, perbantuan satu hari aja disini gantiin ayu soalnya si ayu lagi sakit" jawabannya sambil berlalu.
Setelah dia lenyap dari pandanganku, aku langsung cari info tentangnya pada temanku yang sedang sok sibuk depan komputer nya.
"rot. .. Rot. .. Jarot cewek yang tadi tu siapa sih? Anak baru ya?? Kok aku belum pernah liat ya???" tanya ku penasaran.
Kemudian dia menjawab dengan cuek sambil tetap sok sibuk dengan komputer nya.
"Oh... Itu, dia tu CS dari cabang kota TN. Namanya kalau ga salah sih Ais, kenapa kamu naksir ya?" tanya nya balik pada ku.
(Oiya CS yang dimaksud bukan cleaning service ya kawan, tp Customer Service.)

Langsung saja aku yang sudah salting plus muka memerah berkelit, "ga lah bro... Cuma pengen tahu aja soalnya belum pernah ku liat dia sebelumnya. Lagian cewek ku mau dikemanakan ?!."

Tanpa disuruh, Jarot melanjutkan info nya, "eh Joe yang aku denger2 sih dia tu dah mau Merrid ma tunangannya. Dah buat prewed keliling dunia lagi.
Udah deh jangan terlalu berharap. . .
Hehehee:-P ".

"Oh omg. . .!! Hancoerlah hati ini mendengar nya. Belum sempat kenalan, dia udah mau Merrid. Baru semenit jatuh cinta dah dibuat patah hati. Huh Galau dech hari ini.
Yah semoga rasa ini cuma sesaat aja " pikir ku.

***

Selanjutnya hari-hari ku lalui tanpa pernah bertemu dengan nya lagi.
Dan bayang-bayang tentang nya pun sudah mulai lenyap seiring dengan waktu berjalan.
Ku teruskan hidup dengan setia dengan Dwi pacarku yang aku rasa dia sangat setia dan pengertian pada ku. Dan ga kalah juga cantik nya loh.
( Hehehe ).

***

Oke lah untuk mempercepat cerita ini karena ini cerpen bukan cerpan , dan oleh karena tangan ini mulai capek nulisnya (padahal ga ditulis tapi diketik)
Singkat kata singkat cerita, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun pun telah terlewati.
Aku akhirnya menikah dengan Dwi pacarku yang setia. Dan Tuhan pun menganugerahkan seorang baby ganteng dan lucu didalam keluarga kecil ku. Jujur saja aku sangat bahagia sekali semangat bekerja ku bertambah "always on fire",.

Setelah anak ku berumur 8 bulan aku merasa telah berada pada titik jenuh ku dalam bekerja. Sudah tak ada kerja sama lagi kurasa. Semua sudah berubah, tak seperti dulu.
Setiap saat ku selalu berdoa dalam hati" ya Tuhan ku sudah tak sanggup lagi di sini,  aku ingin dimutasikan ke CS atau ke cabang lain. "
Dan benar saja kuasa tuhan memang hebat, Beliau mendengar & mengabulkan doa ku. beberapa hari kemudian aku dipindahkan ke cabang lain dikota TN.
Sebab disana ada karyawan yang risain. Dan aku dipercaya pak Mur untuk mengisi kekosongan disana.
Hari pertama disana ya aku mulai adaptasi dengan suasana baru teman baru dan nice kleng. . . . .!!!
Aku bertemu lagi dengan dia. si Ais, Aillia Ataris (nama lengkap yang bukan sebenarnya). entah bagaimana ceritanya dia bisa dipanggil Ais.

Tak bisa ku tahan rasa itu tiba-tiba datang lagi walaupun cuma sedikit tak seperti dulu.
Karena aku tahu kita sekarang udah sama-sama telah berkeluarga beranak satu beda tiga bulan dengan anakku. (udah kayak kucing aja pake beranak).
Senyumnya yang menggoda hati itu kini tertuju langsung pada ku. Aku tak sanggup berbuat dan berkata-kata melihat senyum manisnya, getar-getar dihati dag dig dug dug der dijantung ini membuat ku hanya bisa membalas tersenyum kaku.

***

Hari-hari selanjutnya aku semakin sering bertemu dengannya dan mulai bisa mengontrol perasaan nerves (bener ga ya gini tulisannya?) saat disisinya. Mulai dari sapaan say hello sampai ngobrol-ngobrol basi yang ga penting dengannya.

***

Semakin hari semakin bertambah rasa sayang ini untuknya apalagi setelah tahu sifat-sifatnya. Sifat manjanya gaya ngomongnya juga pokoknya bisa hibur aku dan selalu bisa buat diriku tersenyum lepas bersamanya.
Dan dia Membuat ku semakin semangat datang kekantor untuk segera bertemu dan bersenda gurau dengannya. Kantor yang kecil kayak kandang sapi jadi berubah seperti taman  bunga yang indah.

***

Rabu yang mendung itu aku ada sedikit cekcok kecil dengan istriku dirumah. Untuk menghindari cekcok ini semakin berlanjut dan bertambah perah eh sori salah maksudnya parah, aku mengalah pergi dan berangkat kekantor lebih awal.
Dan sialnya diperjalanan menuju kantor macetnya dah kayak semut. Padat merayap paling kecepatan motorku ga lebih dari 40km/jam. Ditambah sinar terik matahari yang mulai memanas menyingkirkan mendung hitam hari itu. Belum lagi orang nyebrang asal nyebrang aja. Klakson tan tin ton ga karuan.
Kurang lebih 60 menitan berlalu akhirnya aku tiba didepan kantor. Setelah ku parkir motor ku ditempat parkir aku mulai melangkah masuk kantor dengan penuh rasa emosi jiwa karena hari ini penuh dengan kesialan-kesialan beraduk emosi tingkat dewa.
Saat ku buka pintu, aku tak menyangka tiba-tiba Ais mengabaikan custumers yang sedang dihandlenya seraya tersenyum manis menyapa kedatanganku.
"hai Joe. . ." sapanya dengan nada manja.
Dan seketika itu juga semua rasa emosi jiwa tingkat dewa ku lenyap entah kemana.
Aku tak mengerti kenapa wajah ini tiba-tiba refleks ikut tersenyum dan membalas sapaannya "hai uga Ais jelek" balas ku ejek sambil berlalu menuju meja kerjaku.

Dan saat yang ku tunggu pun tiba, yaitu saatnya Ais istirahat makan.
Karena dikantor ini sangat minimalis sampai-sampai tempat istirahat untuk karyawan pun tidak disediakan maklum kantor cabang perwakilan.
Dan biasanya karyawan yang males makan diluar atau bisa dibilang lagi bokkek (bawa bekal) pasti istirahatnya dimeja sebelah meja tempatku menyelesaikan kewajiban-kewajiban diperusahaan ini.

Seperti biasa Ais selalu bawa bekal kotak nasi sendiri dari rumahnya lengkap dengan botol minuman yang berwarna pink bening, (ya kayak anak TK gtu dech).
Sambil aku bekeja dan Ais makan bekalnya kami ngobrol ini itu ga penting penuh canda tawa.
Aku ga pedulikan patner kerja disebelahku yang mencuri pandang memandang kami. (mungkin dia iri kali ya):-P
Ah ... I don't care, yang jelas aku ga mau melewatkan saat bersama dirinya saat ini.
Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa memiliki dia seutuhnya. 
Dan aku sadar siapa aku, tak berhak rasa sayang, dan rindu ku ini untuknya, karena kami punya pasangan masing-masing. Andai saja dia tahu semua rasa ini. Huh kalau aja aku bisa memilih lebih baik aku ga pernah kenal sama Ais tapi mau gimana lagi hati ku sudah dicuri olehnya dan kata pasha ungu "terlanjur cinta" aku sama dia.
TUHAN juga jahat, kenapa kami dipertemukan disini dengan keadaan yang seperti ini. (maaf Tuhan just protes) hehehe. . .

Setelah Ais habis menyantap bekalnya, aku menawarkan permen relaksa yang kudapat dialfamart.
"Is kamu mau permen ga?"
"permen apa tuh Joe?"
"ini loh permen relaksa kembalian beli rokok ku tadi"
"boleh juga dech joe, Ais minta satu ya?"
"iya ambil aja ..."

(sori nyebut merk)
Kalian tahu kan permen relaksa yang baru ada tulisannya seprti permen kiss tu loh. Dan kebetulan yang disengaja  aku kasi Ais permen bertuliskan "i love u" . (hehehe modus)

"is sebelum dimakan permennya baca dulu dong tu tulisannya" pintaku lembut.
Ais membaca dalam hatinya dan . . .

"love you tooo....." balasnya padaku sambil berlari kecil menuju ruangan kerjanya.
Tak kusangka kumendapat jawaban itu.
Sungguh tak dapat kupercaya kenyataan ini.
serius kah kata-katanya tadi atau cuma becandaan aja.
Tanda tanya besar dalam hati menghantui ku.

***

Hari senin hari yang menyeramkan untuk ku karena banyak kerjaan numpuk oleh sebab libur hari minggu.
Aku berangkat kekantor tak lupa pamitan dengan my little boy dan istri yang udah kelar ngambeknya.
Hujan gerimis menemani ku hingga sampai kantor. Saat aku memakai sepatu diloker Ais datang terburu-buru karna telat.
Aku ganggu usili dia yang sedang bermake-up hanya untuk dapat perhatian lebih darinya.
"aduuuuuhhh joooeeee. . . .!!" seru Ais ku jaili sambil mencubit lengan ku.
"eeeiiittttss.... Sory is aku ga sengaja tahu. . ." kelid ku.
Dan benar saja ga sengaja aku menyenggolnya saat dia sedang menggunakan alat memperlentik bulu mata (ga tahu apa namanya).
Dan alat itu mengenai matanya, spontan saja aku peluk dia dan ku tiup kecil matanya agar perih dimatanya cepat berlalu bersama tiupanku.
"maaf ya is aku bener ga sengaja tadi" kata ku
"ya udah ga apa-apa kok joe, tp masih perih nie matanya Ais" ujarnya sembari tersenyum padahal matanya masih perih.
Itulah yang juga ku kagumi darinya, masih bisa tersenyum walaupun dalam keadaan seperti itu
"beruntung banget ya suamimu bisa memiliki kamu is" gumamku dalam hati.

Kadang aku tak mengerti kenapa harus dengan Ais aku jatuh cinta padahal aku tahu dia anak manja, ga bisa masak, nyapu dikantor ga pernah, duh pokoknya manja banget deh.
Dibandingkan dengan Nia patnernya yang lebih cantik, sexy, bohay, putih, mandiri dan yang pasti masih single beda banget ma Ais.
Tapi kenapa harus dengan Ais yang jelas-jelas aku tahu dia. Apalagi dia sudah menikah dan telah memiliki satu anak.
Kenapa mesti dia sih Tuhan?

Mungkin ini yang dikatakan cinta buta, otak otomatis menutup semua keburukannya dan cuma kebaikannya saja yang diingat. (sakit jiwa)

***

Inilah aku yang sedang diambang kehancuran, aku sadar dengan keadaan yang salah ini tak semestinya aku menghianati cinta ku dengan dwi istriku. Tapi apa mau dikata ini masalah hati, jauh dalam lubuk hati ini ada dia.
Pernah terlintas dibenakku untuk mengutarakan perasaan ku yang sebenarnya pada Ais. Tapi aku takut resikonya terlalu amat besar. jika Ais tahu tentang perasaan ini aku takut kalau dia malah semakin jauh dariku. Aku tak sanggup saat ini kalau harus jauh darinya dan kehilangan senyum nya.
Sementara ini cukuplah seperti ini dulu aku sudah bahagia asal bisa terus ada disisinya. Dan tak bisa kubayangkan jika suami Ais dan istri ku tahu semua ini.

***

Pernah saat itu hujan turun dengan derasnya, aku lihat Ais datang dari luar masih mengenakan jas hujannya menuju loker sambil mengigil kedinginan. Tanpa pikir panjang ku tanggalkan tugas-tugas ribet ini lalu langsung ku susul dia.
"dari mana aja sih Is ujan-ujan gini?" tanya ku perhatian.
"ini loh aku tadi abis nuker uang kecil untuk kembalian customers nanti" sahutnya sambil hendak melepas jas hujannya.
Belum sempat dia melepasnya aku langsung memeluknya, ehmmm wangi parfhum dari tubuhnya begitu harum dan khas menusuk hidung dan masih tersimpan didalam otak kiriku hingga kini.
"kamu kan bisa minta tolong ma aku is? Nanti kalau kamu sakit gimana?" belum sempat Ais menjawab, aku langsung mencium lembut pipi kirinya.
"iiiiiihhhhh joooooeeeee. . . " teriaknya keras tapi manja, wajahnya terlihat mulai memerah.
Aku langsung bergegas pergi ngacir setelah sadar apa yang telah kulakukan tadi. Aku tak mau dia melihat raut wajahku yang beraduk antara senang & takut jadi satu (dibungkus ya bu)
senang akhirnya dapat menciumnya walapun cuma pipinya saja dan,
Aku takut dia akan marah.

***

Sebenarnya aku ini adalah tipe lelaki yang setia, tak pernah berpikir sedikit pun untuk berpaling dari Dwi.
Tapi dengan Hadirnya Ais dalam hidupku ternyata mampu mematahkan setia ku,
Hanya dengannya hati ku men-dua.
Seandainya saja dia sadar betapa besar rasa aku ingin miliki dirinya. Kini Aku hanya bisa berhayal memilikinya yang tak mungkin jadi kenyataan.

Jujur saja menyimpan rasa ini sungguh amat sangat menyiksa batin, aku sama sekali belum berani mengungkapkan rasa ini pada siapapun baik itu keluarga, dan sahabatku sendiri apalagi dengan dwi.
(biasanya curhat ma dia)
Biarlah kusimpan rasa ini sendiri sampai mati pikirku. Tapi semakin lama rasa ini malah membuatku tertekan dan membuatku hampir gila. Apalagi melihatnya yang digodain dan bercanda ketawa ketiwi dengan teman-teman cowok dikantor. Aku cemburu hati ku terluka melihat pemandangan itu. Namun aku ga punya hak untuk melarangnya, karena aku bukan siapa-siapanya.

Aku jadi ter - ingat Kata pepatah :
"cinta tidak harus memiliki."  dan
"bahagia melihat dia bahagia walapun bukan dengan ku"
Tapi menurutku itu Bullshitt. Mana ada sih orang yang bahagia melihat wanita yang dicintainya bahagia dengan lelaki lain?
Yang aku mau tu cuma aku yang bisa buat dia senang,
cuma aku yang bisa buat dia tersenyum penuh tawa dan
cuma aku yang bisa buat dia bahagia.
No body anyting more. . .
(inilah keegoisan laki-laki)

Pernah saat itu aku kesal ma Ais sebab aku ga sengaja melihat dia bercanda dengan temen cowok dikantor. Huh sakit banget hatiku. Seperti disayat silet.
Satu hari ku cuekin dia, males ngomong ma dia.
Dan saat berpapasan diloker aku cuek aja. Mungkin Ais ngerasa aneh atau gimana soal nya loker tempat favorite ku ngusilin dia.

"kok aneh ya? Kamu kenapa joe??" tanya Ais
"ga apa-apa lagi males aja" jawabku ketus.
"iiih cuek banget" katanya lagi
Tapi aku tidak menghiraukan dia.

Saat menjelang pulang aku lihat di CS banyak barang customer numpuk. Kasian juga liatnya, kemudian aku berniat untuk membantu Ais prepare barang tersebut tapi dengan alasan minjem cutter. (jaga images kan lagi kesel)
"cepet Is aku mau pinjem cutternya" kata ku
"Aduuh... Joe liat ni masih banyak barangnya belom diprepare. Bantuin aku dulu ya? Pintanya manja.
"sini sini biar cepet neh, aku yang motong-motong kamu yang nempel itunya" kataku masih sok cuek.

"Aaaawwwww. . . Joeee sakit tahu." teriak Ais tiba-tiba.
Entah bagaimana bisa cutter yang kupegang mengenai jari telunjuk Ais.
Duh ceroboh banget sih aku, kataku dalam hati menyesal.
"eh maaf Is aku ga sengaja," kataku sambil memeriksa tangannya.
Kulihat jari nya keluar darah, spontan saja langsung kuhisap jarinya itu. Baru beberapa detik jarinya dimulutku, teman-teman udah meledek.
Citcuuuiiit... .prikitiew. .. . Sikasikjosh. . . Dan lain sebagainya.
Ais menarik tangannya dan berkata
"udah ah apaan sih kamu joe, malu tahu. Ni dah ilang kok sakitnya". Sambil tersenyum malu.
Rasanya tak bisa diriku lama-lama nyuekin Ais, berat banget rasanya.
Akhirnya aku kembali seperti biasa jadi tukang usilin Ais agar dapat perhatian lebih darinya.

***

Beberapa bulan telah berlalu, rasa ini semakin menjadi-jadi.

aku sudah tak sanggup memendam rasa ini lebih lama lagi. Semakin lama semakin membuatku tersiksa. Dalam hatiku terus bergejola 

" haruskah ku melupakannya? Atau terus berjuang meskipun ku tahu tak bisa memilikinya".

Telah ku putuskan untuk mengatakan semuanya apapun resikonya akan kuhadapi, tak ada pilihan lain.

Kucoba untuk mengutarakan perasaan ini.


Lama ku tunggu akhir nya Ais datang dan duduk disebelahku untuk menyantap bekal siangnya.

"udah makan joe?" tanyanya padaku

"ooohh iya is,, suapin aku ya?" jawabku sambil bercanda tapi berharap.

"yeeee enak aja. . . " seru Ais tapi tangannya menyuapi bibirku dengan krupuk udang yang dibawanya.

"makasi ya Is. . ." kataku blepotan sambil mengunyah krupuk tadi.

Ais hanya membalas dengan senyum manisnya tanpa kata.

Dalam hati dan benak ku terus berfikir bagaimana cara mengatakan nya?

Sudahkah aku siap?

Karna sekali aku mengatakannya aku tak bisa lagi menarik kata-kataku.


Ku coba untuk mengatakannya tapi lidah ku terasa amat kaku, tiba-tiba saja kata-kata yang ingin ku ucapkan hilang begitu saja saat dia menoleh sadar sedari tadi aku memperhatikannya.


"napa joe? Ada yang aneh ma Ais ya?" tanyanya penasaran

"eh ga, ga da kok ga da apa-apa is" kataku gugup.


Kurang lebih 30menit telah berlalu, Ais pun telah usai makan siangnya.

Aku pun mulai pembicaraan lagi dengan nya tapi kali ini dengan detak jantung ku yang berpacu lebih cepat dari biasanya. Ditambah lagi dengan nafasku yang tak teratur begitu berat rasa nya untuk mengirup udara saat ini. Dan Semua rasa itu sebisanya kusembunyikan dari dia.


Kupegang tangan kanannya, eh belum sempet ngomong dia udah nepis tanganku. Aku jadi tambah down dibuatnya.

"Ais, aku mau ngomong serius ma kamu boleh ga" kataku harap-harap cemas

"mau ngomong apa sih Joe? Kayakny serius banget sih?" jawabnya.

Aku tahu dari raut wajahnya, Ais dah curiga dan mungkin udah menebak kalau aku akan nembak dia.

"jadi begini loh is, jujur aja selama ini aku nyaman banget berada disisimu, seneng banget bisa bercanda tawa saat bersamamu. Aku selalu merasa seperti kekurangan waktu ketika kita bersama. Dan juga hatiku selalu sakit jika melihatmu becanda dengan cowok lain dikantor ini. Aku sadar kalau aku cemburu melihat itu, dan aku mengerti ternyata dalam hati kecilku telah mencintaimu Ais. Maafkan aku is karena telah berani menyayangimu."


"tapi joe. . . " belum sempat Ais menyelesaikan kata-katanya, aku segera memotongnya.


"iya aku tahu is, kita ini udah sama-sama berkeluarga. Memang Hati ini telah salah memilih orang, dan orang itu kamu tapi mau gimana lagi rasa ini datang begitu saja tanpa ku mengerti. Yang ada diotak ku akhir-akhir ini cuma kamu, wajah mu selalu terbayang dalam setiap mimpi ku.

Sekali lagi maafin aku karena telah mencintaimu dengan keadaan yang salah ini."


Akhirnya perasaan ku sekarang jadi lebih lega. Walaupun masih degdegan menanti jawabannya.


Dengan raut muka yang memerah malu dicampur rasa terkejut, Ais mulai terlihat tersenyum dan berkata:

" Kamu gila joe. . . ." jawabnya sambil tersenyum.


Huuhhh. . . Kuhela nafas ku sejenak mendengarnya.

" tapi aku serius is" imbuh ku.

Dia hanya tersenyum dan pergi berlalu.


***


Esok hari nya aku yang telah merasa patah hati dan malu mencoba menganggap tidak terjadi apa-apa. Sampai Ais hendak mengambil isi stapless didekat meja ku.

"joe kamu masih ada isi stapless gak?" tanyannya datar pada ku.

" ini masih ada, nih taruh ja semua didepan is". Perintah ku.

"kok gitu joe?" tanya lagi

"iya malez aku liat kamu bolak balik kebelakang terus". Jawabku.

Dan Ais pun kembali pergi berlalu.

Dan selanjutnya terjadi keanehan kurasa. Ais seharian nyuekin aku dikantor, q sapa dia cuma diem ga da balasan senyumnya juga ga ada.

"huh ada apa lagi sih nih Tuhan, ah paling dia lagi ada tamu bulanan" kataku dalam hati.

Saat hendak pulang ku tanya lagi Ais karena aku masih penasaran.

"Ais kamu kenapa? Kok jutek gini sih?"


"ga kenapa-kenapa, lagi maleesss" jawabnya sambil pergi berlalu menuju parkiran.


***


Esok harinya juga masih sama tak ada perubahan tetep cuek bebek.

Aku tanya kesana kemari ke fatner-fatner kerjanya ga ada yang tahu, malah aku mendapatkan ledekan.

Jujur aku kebingungan saat itu. Aku takut semua kan hilang begitu saja.

Dan saat jam istirahat aku gunakan untuk memperbaiki ini semua.

"is kamu kenapa? Kok cuek banget sama aku? Gak seperti biasanya. . ." tanyaku.

"gak ada apa-apa, udah aku mau makan dulu" jawabnya masih cuek.

"serius Is, apa salah ku sampai kamu jutek banget ama aku?" pintaku lagi.

"kamu yang duluan" jawabnya singkat

Akhir nya ada titik terang dia mau bicara juga. Gumamku.

"memangnya aku duluan gimana maksudnya? Aku ga ngerti nih."


"iya kamu duluan gak ngasi aku kebelakang, males lihat aku kebelakang. Mending gak usah dah lihat aku lagi" jawabnya sambil mulai tersenyum.

Aku pun ikut tersenyum mendengarnya berarti dia juga ada rasa sama aku.

"bukan gitu maksud aku, aku cuma ga mau aja liat kamu digodain temen-temen pas kamu bolak balik kebelakang. Sakit aku lihatnya tahu.

Udah ya maafin aku ya pliiissss. . ." kataku.

Hanya senyum dan tawa kecil yang ku dapat darinya yang ku simpulkan sebagai tanda maaf darinya.

Dan semua nya kembali seperti biasa bahkan jadi lebih dekat.

***

Entah sampai kapan akan terus seperti ini, aku sendiri masih belum tahu bagaimana ending kisah ini.
Semoga ja jadi hepi ending.
Hanya Tuhan lah yang tahu,  sebab kisah ini aku contek dari kitab harian Tuhan. Dan Tuhan belum mau ngasi tahu aku gimana endingnya. Hehehe. . . :-P (tunggu waktunya)
Mungkin nanti setelah kutahu akan ku lanjutkan lagi kisah ini.
makasi kawan udah mau luangkan sedikit waktu untuk membaca kisah ngantung ini.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih banyak.

           
                   * To Be Contiue *

Minggu, 19 Januari 2014

Fakta unik tentang payudara

Para ahli menyatakan bahwa tidak ada payudara pada makhluk hidup lain yang berjenis kelamin betina selain pada manusia yang memiliki besar yang bervariasi, relatif terhadap seluruh bagian tubuh, ketika tidak menyusui manusia adalah satu-satunya primata yang memiliki payudara yang menggelembung setiap saat.
Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk luar dari payudara terhubung dengan faktor-faktor lain selain menyusui.
Sebuah teori didasarkan pada sebuah fakta bahwa tidak seperti hampir semua primata, manusia yang berjenis kelamin perempuan tidak memberikan pandangan fisik yang jelas atas terjadinya ovulasi. Ini dapat berakibat secara perlahan pada manusia yang berjenis kelamin pria untuk berevolusi demi merespon tanda-tanda yang lebih jelas terhadap adanya ovulasi.

Tapi taukan anda fakta menarik dari payudara, berikut ini adalah 11 fakta payudara :

1. Wanita dengan implan payudara lebih mungkin bunuh diri
Sebuah studi yang dilakukan selama 15 tahun oleh peneliti Universitas Laval di Quebec, Kanada dan dimuat dalam American Journal of Epidemiology menemukan tingkat bunuh diri lebih tinggi 73 persen pada wanita yang memiliki implan payudara daripada mereka yang tak melakukannya.
Bukan implannya yang menyebabkan risiko bunuh diri, melainkan keinginan untuk memperbesar payudara berkaitan dengan kondisi mental seperti depresi, harga diri rendah, atau gangguan dismorfik tubuh (BDD). Wanita yang menjalani bedah implan payudara menganggap cara itu sebagai sarana untuk mendapatkan kepercayaan diri atau mengatasi masalah pribadi lainnya.

2. Sebagian wanita mengalami orgasme lewat stimulasi payudara
Pendapat ini diungkap Marshall Miller dan Dorian Solot, yang menulis "I Love Female Orgasm: An Extraordinary Orgasm Guide". Menurut temuan mereka, sekitar 1 persen wanita mampu mencapai orgasme lewat rangsangan manual pada payudara.

3. Fetisisme payudara dianggap gangguan kejiwaan
Fetisisme dapat didefinisikan sebagai penggunaan benda non seksual atau tak hidup atau bagian dari tubuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual.
Semua pria memang menyukai payudara, namun banyak yang tak mengakuinya secara gamblang. Sebagai gantinya, banyak simbol-simbol yang digunakan untuk menggambarkan kekaguman pada payudara sekaligus untuk memperoleh kepuasan seksual.

4. Payudara kiri lebih besar daripada kanan
Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Annals of Plastic Surgery terhadap 600 wanita. Payudara tumbuh dan membesar saat masa pubertas karena adanya perubahan hormon.
Dalam perkembangannya, sepasang payudara tak simetris, salah satu lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain.

5. Payudara pria juga bisa mengeluarkan air susu
Bukan hanya wanita yang bisa mengeluarkan air susu dari payudara mereka. Pria ternyata juga bisa secara spontan mengeluarkan air dari payudara mereka. Namun, kondisi laktasi spontan ini sangat jarang terjadi. Biasanya, laktasi pada pria terjadi saat konsumsi rezim hormon tertentu untuk mengobati beberapa penyakit.
Seperti wanita, pria juga memiliki kelenjar susu. Pengobatan kanker yang memerlukan hormon estrogen memungkinkan pria mengeluarkan air susu, namun belum ditemukan pria yang benar-benar bisa menyusui anaknya.

6. Setiap perempuan mempunyai rambut di areola. Biasanya di areola akan tumbuh 2-15 helai rambut lurus. Semakin gelap warna kulit dan rambut Anda, semakin gelap warna puting. Selain itu payudara juga bisa terkena komeda dan jerawat.

7. Rata-rata berat payudara 0,5 kg. Masing-masing payudara menyumbang sekitar 4-5 persen lemak tubuh. Payudara akan bertambah gemuk seiring bertambahnya usia.

8. Lebih dari 2 juta perempuan berpayudara palsu. Sebut saja Pamela Anderson dan Katie Price yang memakai implan payudara. Rata-rata usia perempuan yang memakai implan berusia 34 tahun.

9. Payudara menjadi lebih besar dan tegang saat terangsang.

10. Payudara rentan terhadap goyangan. Joging, berjalan dan aerobik menyebabkan payudara terbentur. Jadi pastikan selalu memakai bra tepat untuk melindungi kesehatan payudara.

11. Payudara bisa berubah bentuk. Tidur tertelungkup terkadang membuat payudara berubah bentuk. Sebaiknya selalu menjaga posisi tidur demi kekencangan. Agar bentuk payudara indah tempatkan bantal di bawahnya saat Anda tidur

12. Ukuran payudara makin meningkat. Menurut data peritel pakaian dalam, rata-rata wanita mengatakan saat ini ia memakai bra ukuran 34DD. Padahal 20 tahun lalu rata-rata wanita menggunakan bra ukuran 34B. Ini berarti dalam dua puluh tahun terdapat penambahan ukuran sekitar tiga inci.

13. 85 Persen Wanita Salah Gunakan Ukuran Bra. Menurut Intimacy Data, sekitar 85 persen wanita menggunakan ukuran bra yang salah. Oleh karena itu, para ahli menyarankan para wanita untuk benar-benar mengukur payudaranya agar mengetahui ukuran tepat bagi bra mereka.

14. Banyak wanita tak suka dengan payudaranya. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Sexual Health, di atas tujuh puluh persen wanita tidak menyukai payudara mereka. Tapi tentu saja para lelaki tak memiliki masalah ini terhadap payudara mereka.

15. Payudara merasa tersakiti. Saat olahraga, tak hanya kaki atau lengan saja yang berisiko terasa nyeri hingga kesakitan. Menurut sebuah studi terbaru di Inggris, hampir satu dari tiga pelari maraton mengalami nyeri di payudara mereka.

16. Payudara merasa tersakiti. Saat olahraga, tak hanya kaki atau lengan saja yang berisiko terasa nyeri hingga kesakitan. Menurut sebuah studi terbaru di Inggris, hampir satu dari tiga pelari maraton mengalami nyeri di payudara mereka.

17. Permintaan implan payudara masih tinggi
Menurut American Society of Plastic Surgeons, tahun 2012 sekitar 286.000 pasien melakukan bedah kosmetik di bagian payudaranya. Jumlah ini menurun sekitar tujuh persen dibandingkan tahun 2011.

18. Payudara bisa 'melar'. Ketika Anda berolahraga dengan lari, payudara juga akan bergerak dan bentuknya menjadi semacam angka delapan dan ukurannya bisa 'melar' hingga delapan inci. Oleh karena itu penelitian di Inggris menyarankan wanita yang ingin berolahraga terutama lari sebaiknya menggunakan sport bra.